Jumat, 26 Februari 2016

Wait! You're the boss, remember?!

Wait, I’ve several questions for you Moms out there. If you nodding yes for every questions, it’s time for you to quit your job as a Mom. OR! Time to flip the scenario!

Pernahkah Anda merasa lelah menghadapi si buah hati? Pernahkah Anda merasa sangat lelah hingga akhirnya Anda hanya bisa menghela nafas di hadapan si anak yang terus merengek, menangis, atau bahkan setengah berteriak karena menginginkan sesuatu atau bahkan hanya karena memaksa ingin menyentuh sesuatu?

Pernahkah Anda dan pasangan terpaksa kembali ke rumah dan mengurungkan niat refreshing karena si buah hati yang mengamuk ingin pulang padahal Anda telah sengaja membelikannya mainan terlebih dahulu dengan alasan “biar anteng”?

Pernahkah Anda berada di posisi yang harus menuruti semua keinginan si anak karena takut dia memulai drama tangisan tanpa akhir nya itu?

Atau pernahkah Anda merasa bingung karena si anak terus merengek menunjuk satu benda agar Anda mengambilkanya ketika Anda berkunjung ke rumah kawan, tetangga atau bahkan saudara?

Well, Moms! You better watch out! It might be your kids turn into the boss!

Ini cerita berdasarkan pengalaman kawan yang tak hentinya menambah keriput di jidatnya. Oh no, you’re 25! But still, you only have a kid, not thousand! Kalimat itulah yang tercetus dari mulut saya ketika melihat seorang kawan yang terus menggerutu dengan kelakuan anaknya. Well, “kelakuan” ini memiliki arti nakal, cengeng, dan menyebalkan (dari sudut pAndang ibunya sendiri). Sepengelihatan saya, anak dari kawan saya ini memang hebat. She is so smarter than you, I guess! Anak ini bisa menangis kapanpun dan dimanapun ketika sang Mommy berada di sampingnya. Bisa karena si Mom yang sedang berbicara dengan orang lain dan tidak melihat si anak bermain, bisa karena si anak yang keukeuh meminta barang yang dimiliki orang lain, bisa karena si anak yang meminta semua boneka di rumah orang lain untuk diturunkan, dan bisa karena si ibu yang melenyap meski hanya sebentar. Saya mengetahui apa yang dipikirkan oleh anak ini, entah mengapa. Bukan karena dia licik, tapi memang karena dia pintar. Dia mengetahui titik lemah sang Mommy.

Suatu ketika, saya dititipi si anak ini karena ibunya hendak ke kamar kecil. Dengan sedikit rayuan handphone, si anak lengah dan tidak menyadari ibunya telah pergi. Lalu dengan sengaja saya mengambil handphone yang saya berikan agar si anak sadar bahwa dia telah sendirian. Well, guess what!? She wasn’t cry at all! Dia hanya menengok kanan-kiri walau memang agak sedikit terlihat panik. But still she was brave. Apa yang saya pikirkan memang benar, anak ini pintar bukan nakal atau cengeng. Ini bukan tentang dia menipu atau mebodohi si mommy tetapi memang dia tidak cengeng sama sekali. Ketika saya ajak ke dalam rumah pun, dia tidak meminta apapun walau banyak boneka yang biasanya dia upayakan agar ibunya mengambilkan. Benar lagi. Lalu tak lama berselang, si mommy kembali. Dan benar lagi, si anak langsung menangis sangat kencang layaknya disengat lebah sebatalion.

Di lain waktu, saya berkunjung ke rumah kawan saya itu. Saya lihat rumahnya sangat berantakan oleh mainan si kecil. Ya, memang kawan saya ini agak sedikit pemalas. Setelah mendengar alasan “Belum ada waktu buat beresin”, saya langsung mengajak si anak untuk bersama-sama membereskan. Lalu Anda tahu apa? Si ibu duduk di samping saya dan hanya melihat saya membereskan mainanya sambil berkata “Ayo tuh beresin mainan kamu”, namun si anak yang tidak mau membantu hanya memeluk ibunya dan si ibu berkata “Ih dasar kamu males deh”. Ya, hanya itu saja. Dan akhirnya yang membereskan mainan itu hanya saya sendiri, mereka hanya melihat. Ya, hanya melihat. How do you think? Who do you think feasible to blame?

Potongan kisah anak dari kawan saya itu memang menjadi pelajaran yang sangat berguna dan menarik untuk dibahas. Anak adalah anugrah yang memiliki keunikannya masing-masing. Tapi ketika keunikannya berubah menjadi sesuatu yang tidak terkontrol bahkan membuat lingkungan sekitar menjadi bingung untuk menghadapinya, bisa jadi ini karena orang tua nya sendiri yang bisa jadi telah melakukan kesalahan dalam pola asuh.

Apa yang saya tangkap dari pola asuh kawan saya adalah dia terlalu mengikuti semua instruksi anak. Seperti ketika anaknya menangis meminta sepatu yang jelas hanya 15 cm di hadapanya, ibunya mengambilkan. Apapun yang anaknya pinta, dia selalu mengikutinya tanpa sedikitpun mengatakan tidak. Bahkan ketika saya bertanya mengapa kamu seperti itu, bukankah kamu sendiri yang mengatakan lelah? Lalu dia menjawab ada rasa bangga ketika melihat anak tidak mau jauh dari orang tua, selalu meminta. Bisa jadi ini karena anak pertama. Tapi yang saya pikirkan adalah apa yang terjadi apabila sifat semacam ini terbawa hingga besar. Katakanlah sampai dia memasuki sekolah dasar. Saya sendiri ada pengalaman di jaman sekolah dasar dulu, teman saya menangis ingin dibelikan sepatu yang persis dengan milik saya. Lalu ibunya pun membelikan. Semua barang yang saya punya pasti esoknya dia pun punya. It’s not good, mom.

Pola asuh yang selalu mengedepankan anak pun harus dipikirkan matang-matang agar tidak menjadi bumerang ke depannya. Orang tua tidak boleh sampai merasa dijajah oleh anak. Mari kita kembalikan posisi. Bukan berarti anak itu salah, tetapi lebih diarahkan saja. Orang tua tidak bisa membuat alasan tidak mau mengajarkan kedisiplinan hanya karena alasan “belum waktunya”. Well, at least you should try. Avoiding the rules won’t help you later. Apa yang akan Anda lakukan apabila anak Anda sudah menjadi bossy? Jadi, lebih baik latih sedini mungkin bukan? Mengajarkan disiplin itu sendiri bukanlah karena kita terlalu tegas atau serius, anggaplah ini sebagai pagar. Seperti rumah yang diberi pagar agar tak ada pencuri yang nekat melompatinya. Perbedaanya hanyalah pagar orang tua tidak perlu diberi ujung yang tajam agar tidak melukai anaknya. Pagar dibuat agar dia tidak melewati batas.

Anak yang bossy itu sendiri memiliki banyak resiko negatif di kehidupannya sekarang maupun kelak. Berikut resiko yang harus Anda bahkan anak Anda hadapi:

1. Anak Anda tidak disukai orang lain
Bukan berarti anak kita harus disukai orang lain, tetapi minimal dia tidak dibenci. Bukankah menyedihkan ketika anak Anda yang baru saja menghirup udara dunia itu sudah memiliki haters? Terlebih lagi orang lain akan menganggap Anda orang tua yang tidak becus.

2. Orang lain berharap Anda tidak mengunjungi rumahnya lagi
Ingat tentang Anda yang tidak bisa mengatakan tidak terhadap keinginan anak? Bahkan memberikan semua barang orang lain yang dia minta? Bisa jadi Anda termasuk tamu yang menyebalkan. Disamping orang lain tidak menyukai anak Anda, Anda pun bisa masuk daftar tamu yang harus dihindari. Apa jadinya ketika kawan atau saudara pura-pura tidak ada di rumah ketika Anda mengunjunginya? Masih merasa bangga dengan pola asuh Anda?

3. Melarang anaknya bergaul dengan anak Anda
Bagaimana perasaan Anda apabila anak Anda dianggap membawa pengaruh tidak baik untuk diajak bergaul? Perilaku bossy anak anda bisa jadi salah satunya loh Mom. Orang tua lain tidak mau kalau sampai anak-anak mereka mengikuti perilaku bossy anak anda.

Di samping resiko negatif dari perilaku bossy seorang anak, hal apa yang membuat anak memiliki karakter seperti ini? Apakah peranan orang tua yang tidak tepat, lingkungan, ataukah karena bawaan lahir?


Kelanjutan ceritanya minggu depan yah, thank you for reading and don’t forget to comment on it below.

Rabu, 17 Februari 2016

1st Episode of Ginadya Production


Selamat datang hay kalian para pencari referensi!

Please welcome to our destiny. We've 7 channels here.

SUPA (Sudut Pandang)
SPOR (Spot Review)
RESE (Resep Sedap)
BUSET (Barang Unik Sumpah Edan Tau)
NYAM (Nongkrong Yummy Alias Makan)
MUTO (Make up Tutorial)
Our Business

Well, SUPA (Sudut Pandang) adalah channel tentang kehidupan. A lot of things happened in my life, and I thought that it would be better if I shared the experiences with the explanation of how it works. Tidak lupa pula tentang tips and tricks tentang apapun, bisnis, cinta, keuangan, and everything that you stand in your life. Semoga channel ini bisa berguna atau bahkan hanya untuk bersenang-senang dengan pengalaman.

SPOR (Spot Review) adalah channel yang fokus dengan tempat-tempat yang unik dan menarik. We hope that it can be a good references for you.

RESE (Resep Sedap), do I need to tell you more about this one? But, my partner and I love to cook, since we have to save our money. Memasak bukan hanya tentang penghematan. Ini tentang kesehatan, kebersihan dan rasa. Wait, I’ve to mention that cooking is sexy. Believe me hey you girls! Don’t be proud when you couldn’t differentiate between salt and sugar, ever!

BUSET (Barang Unik Sumpah Edan Tau), channel ini menguak fungsi barang aneh yang kita temukan (yang kita beli kalau ada duit).

NYAM (Nongkrong Yummy Alias Makan) adalah ketika kita mendatangi suatu tempat makan, menilai dari segi rasa, tempat, dan pelayanan. I’m a strict person when I taste a dish. So, when I said yummy. It’s seriously yummy!

MUTO (Make up Tutorial), saya bukan seseorang yang gila dengan make up. Jadi untuk pemula yang mencoba bermain dengan alat-alat kecantikan. Kita bersahabat!!

Our Business, kita adalah pengusaha di bidang konveksi. 

So, please be kindly to join our craziness! :D